Info Trilogi

Perbedaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Perpustakaan Desa (Perpusdes)

Seringkali  ada yang bertanya, “bedanya  Taman Bacaan Masyarakat dengan Perpusdes apa ya? apa cuma beda nama saja?”.  Selain itu  ada yang bertanya  kalau  Sanggar Baca ikut  masuk yang   TBM atau Perpusdes?

img_20161030_103306

Gb. Sanggar Baca Trilogi

Memang bagi orang awam, akan sangat sulit  untuk membedakan apa TBM, Perpusdes, Sanggar Baca, Rumah baca dan sebagainya. Beranjak dari  pertanyaan itu, tulisan ini ingin menelusuri  bagaimana perbedaan dan persamaan dari konsep TBM dan Perpusdes.

Untuk langkah awal, kita bisa lihat bagaimana definisi dari  TBM ataupun Perpusdes dahulu. Secara garis besar tujuan dan fungsi  dari  TBM dan Perpusdes hampir sama, yaitu  dengan sama sama menyedikan saranda dan prasarana  informasi serta rekreasi bagi  masyarakat. Sebenarnya ada banyak definisi  dan pemikiran tentang  TBM dan Perpusdes, namun di  tulisan ini mencoba mengambil salah satu sisi/sudut pandang  dari  pedoman atau kajian yang  sudah  ada. Adapun perbedaannya kira kira bisa dilihat  sebagai berikut:

  1. Perpustakaan Desa*

Bila merujuk dengan pedoman pembuatan Perpustakaan Desa, disana tertulis;

Perpustakaan Desa/Kelurahan adalah perpustakaan masyarakat sebagai salah satu sarana/media untuk memngkatkan dan mendukung kegiatan pendidikan masyarakat pedesaan, yang merupakan bagian integral dari kegiatan pembangunan desa/kelurahan. Kemudian dijelaskan lebih lanjut bahwa Pengertian Perpustakaan desa/Kelurahan dalam buku pedoman  adalah “Perpustakaan Rakyat sebagai salah satu aspek dari pada urusan pendidikan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam undang-undang Nomor 24 Tahun 1956 (LN Nomor 64 Tahun 1956) Juncto Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 1951 (LN Nomor 110 Tahun 1951) sebagai urusan Pemerintah Pusat yang telah diserahkan kepada daerah’ .

Tujuan

1 . Untuk menunjang program wajib belajar 2. Menunjang program kegiatan pendidikan seumur hidup bagi masyarakat 3. Menyediakan buku-buku pengetahuan. maupun keterampilan untuk mendukung keberhasilan kegiatan masyarakat diberbagai bidang_ misalnya : ” Pertanian (yang produktif) ” Perikanan, peternakan, perindustrian ” pengolahan. pemasaran dan lain-lain Menggalakkan minat baca masyarakat dengan memanfaatkan waktu luang untuk membaca agar tercipta masyarakat kreatif. dinamis . produktif dan mandiri 5. Menyimpan dan mendayagunakan berbagai dokumen kebudavaan sebagai sumber informasi, penerangan. pembangunan clan menambah wawasan pengetahuan masyarakat pedesaan. 6. Memberikan semangat dan hiburan yang sehat dalam pemanfaatan waktu senggang dengan hal-hal yang bersifat membangun. 7. Mendidik masyarakat untuk memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat guna dan berhasil guna.

Lembaga Penyelenggara

Adapun penanggungjawab pelaksanaan perpustakaan desa/kelurahan yaitu 1 . Kepala Desa/Kelurahan secam fungsional adalah penanggung jawab pelaksana penyelenggaraan perpustakaan desa/keluahan. 2. Pelaksana kegiatan sehari-hari atas perpustakaan desa/kelurahan dilakukan oleh pengurus perpustakaan desa/kelurahan . 3. Dalam melaksanakan tugasnya pengurus perpustakaan desa/kelurahan menyampaikan laporan dan bertanggung jawab kepada kepala desa/kelurahan .

  1. Taman Bacaan Masyarakat**

Bila merujuk dengan Juknis Taman Bacaan Masyarakat, disana tertulis;

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah sebuah tempat/wadah yang didirikan dan dikelola baik oleh masyarakat maupun pemerintah dalam rangka penyediaan akses layanan bahan bacaan bagi masyarakat sekitar sebagai salah satu sarana utama dalam perwujudan konsep pembelajaran sepanjang hayat untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar TBM.

Tujuan program TBM

  1. Meningkatkan kemampuan keberaksaraan dan keterampilan membaca,
  2. Menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca,
  3. Membangun masyarakat membaca dan belajar
  4. Mendorong terwujudkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat.
  5. Mewujudkan kualitas dan kemandirian masyarakat yang
    berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya maju, dan beradab.

Lembaga penyelenggara TBM

Satuan pendidikan nonformal penyelenggara taman bacaan, diantaranya: PKBM, LKP, rumah Pintar, Yayasan, UPTD SKB, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan unsur masyarakat yang menyelenggarakan program PNF lainnya.

Dari  cuplikan diatas dapat  kita lihat bahwa Perpusdes  dan TBM lebih  kepada segi  pengelolaannya. Jika perpustakaan dikelola oleh Pemerintah (Desa) dan diatur dengan sistem pelayanan yang baku, mulai dari pengunjung sampai pengelolaan bahan pustaka. Sementara TBM merupakan lembaga yang  lebih  bersifat lebih  lentur, non formal dan  dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Perbedaan lainnya, penyelenggaraan TBM  lebih  berada di  akar rumput, bila dibandingkan di  Perpustakaan yang biasanya berada di tempat tempat  formal. Hal itulah yang  membuat  TBM dan Perpustakaan  mempunyai ranah yang berbeda  pula. Sistem yang dipakai  juga sangat  berbeda, karena bila TBM tidak begitu  ketat  dalam mengelola dan mengatur buku buku, sementara Perpustakaan akan sangat ketat demi terjaganya  barang  koleksian. Selain itu, titik tekan TBM lebih  kepada  penyelenggaraan pemberdayaan dan edukasi di masyarakat, sementara perpustakaan lebih  kepada penyediaan bahan bacaan sebagai sarana pendukung  literatur  penelitian dan kegiatan edukasi lainnya.

Dari  beberapa informasi  dapat  diketahui  bahwa secara garis besar, Perpustakaan di desa akan berada dibawah disupport dan dikelola dibawah Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah, sementara TBM berada dibawah  (namun TBM juga  mendapatkan support dari  Kemendikbud, dibawah  Direktur Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, nonformal dan informal, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dari  berbagai  perbedaan itu  dapat  kita  ketahui bahwa antara Taman Bacaan Masyarakat  dan Perpustakaan khususnya  Perpusdes tidak dapat  diperlawankan, karena sebenarnya  posisinya  saling  melengkapi. TBM sebagai garda paling bawah  menjadi pintu  masuk  pengenalan literasi yang  kemudian harus  disupport  oleh  perpustakaan sebagai  penyedia literasi yang  lebih  lengkap dan baku.

Begitulah kira kira penjelasan tentang  apa itu  TBM dan Perpusdes, sehingga bila dikembalikan ke pertanyaan “Sanggar Baca ikut yang  mana?” maka jawabannya adalah  lebih dekat dengan TBM , yaitu  sebuah  ruang  publik yang menyediakan literatur dan mempunyai  kegiatan pemberdayaan dan edukasi  kepada masyarakat.

 

Sumber Referensi

*http://www.pustakaindonesia.org/wp-content/uploads/2012/05/Pedoman-Perpustakaan-Desa.pdf

**http://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/bindikmas/sites/default/files/documents/files/Petunjuk%20Teknis%20TBM%20Rintisan.pdf

***http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/29396/1/GITA%20RIZKI%20HASTARI-FAH.pdf

3 tanggapan untuk “Perbedaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Perpustakaan Desa (Perpusdes)

  1. Apakah frase “Rumah Baca” sudah jelas jelas tercantum dalam peraturan perundangan yang ada?!
    Karena yang tercantumkalau tidak salah hanya Taman Bacaan Masyarakat atau TBM

    Suka

    1. secara ekspilit memang tidak tertulis, namun kita bisa tafsirkan dalam beberapa petunjuk teknis bantuan sarpras yang dikeluarkan oleh kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan
      Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan
      Pendidikan Masyarakat ) tertulis:

      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
      81 Tahun 2013 tentang Pendirian Satuan Pendidikan
      Nonformal, pasal 1, angka 8 menyatakan bahwa Program
      Pendidikan Nonformal adalah layanan pendidikan yang
      diselenggarakan untuk memberdayakan masyarakat melalui
      pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini,
      pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan
      perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan
      keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan,
      serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan
      kemampuan peserta didik. Dalam melaksanakan layanan
      tersebut dapat dilakukan melalui lembaga satuan
      pendidikan nonformal yang telah disebutkan pada pasal 3,
      bahwa satuan pendidikan nonformal terdiri dari: LKP,
      Kelompok Belajar, PKBM, Majelis Taklim, dan Satuan PNF
      Sejenis (Rumah Pintar, Balai Belajar Bersama, Lembaga
      Bimbingan Belajar, serta bentuk lain yang berkembang di
      masyarakat dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal
      Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal).

      Taman Bacaan Masyarakat (TBM) merupakan lembaga
      yang menyelenggarakan pengembangan budaya baca dan
      minat baca masyarakat, dengan menyediakan fasilitas
      bahan bacaan kepada masyarakat, dan juga berfungsi
      sebagai sumber informasi bagi masyarakat di sekitar TBM,
      selain itu TBM juga dapat berfungsi sebagai lembaga
      pengembangan masyarakat. TBM dapat berdiri sendiri menjadi lembaga yang mandiri, atau menginduk pada
      lembaga utamanya seperti PKBM, Yayasan, dan lain-lain.

      Dari kalimat itu, dan dari pembacaan kami, Rumah baca, sanggar baca dan sebagainya bisa masuk dalam satuan PNF (rumah pintar, balai belajar dan sebagainya). demikian tafsir kami. terima kasih dan salam

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s